Kebuadayaan Riau seperti Batang Terendam

Pekanbaru(15/1/2016)-Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) BEM Universitas RiauĀ  mengadakan kajian rutin yang diadakan setiap hari Jumat. Tema kajian kali ini adalah ” Mengulas Kebudayaan Riau” . Kajian yang bertempat di sekre juang BEM UR iniĀ  dihadiri oleh beberapa anggota dari Kemendikbud, Kemensospol, Kemkominfo dan Kemenhad. Agenda yang di buka oleh Kusnita Azriyenni, staff Kemendikbud ini bertujuan untuk mengulas betapa pentingnya kebudayaan mengingat saat ini sudah jarang direfleksikan dalam kehidupan sehari-hari, diharapkan peran mahasiswa sebgai kaum intelektual dapat berpean aktif dalam menumbuhkembangkan kebudayaan di tengah-tengah masyarakat.

Afrizal selaku Dirjen Pendidikan sekaligus pemateri pada saat itu menuturkan bahwa kebanyakan orang tidak tahu apa saja kebudayaan yang ada di daerahnya. Kebudayaan Riau yang sarat nilai religi ini seperti batang terendam. Istilah ini menunjukkan ketidakpedulian generasi penerus terhadap kebudayaan yang ada di bumi Lancang Kuning ini. Sebelum bertolak jauh, ada baiknya kita mengenal makna kebudayaan terlebih dulu.

Kebudayaan secara etimologis berasal dari budaya. Menurut para ahli, kebudayaan adalah ide atau gagasan yang kemudian d lakukan dengan tindakan dan kemudian dituangkan dalam bentuk sebuah karya. Kebudayaan ini diwariskan kepada generasi berikutnya dalam wujud kebudayaan yang sarat nilai dan makna, baik dalam bentuk pakaian, senjata, tarian, lagu daerah, alat musik dan lain-lain. Contoh wujud kebudayaan umumnya bersifat khas bagi setiap daerah.

“Kalau di Rokan Hilir ada tradisi bakar tongkang yang biasa dilakukan kaum Tionghoa untuk melihat peruntungan setiap tahun.” ujar Sri Wahyuningsih, peserta diskusi yang berasal dari kabupaten Rohil.

“Melalui kegiatan ini diharapkan dapat memberi dorongan agar mahasiswa dapat berbicara melalui tulisan tentang budaya yang nantinya bisa dijadikan artikel untuk dipublikasikan,” ujar Afrizal saat menutup diskusi.