Kemenling BEM UR Kaji Lebih Lanjut Masalah Karhutla Riau

Universitas Riau (23/01) Kementerian Lingkungan Hidup (Kemenling) BEM UR sukses adakan kajian dengan tema “ Diskusi Permasalahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Riau). Menghadirkan Widya Astuti selaku Koordinator Yayasan Hutan Riau dan Rafles sebagai pemateri pada kajian kali ini tepat pukul 16.00 WIB kajian ini dimulai di secretariat BEM UR dan dihadiri oleh perwakilan masing-masing kementerian BEM UR

Widya Astuti menuturkan bahwa rata rata kebakaran hutan selama 18 tahun terakhir ini terjadi di lahan gambut dan di Riau ini terdapat kira-kira 50% dengan kedalaman 3 meter.

“Untuk lahan gambut, apabila terbakar apinya akan merambat kedalam tanah walaupun api diatas lahan sudah dipadamkan, itulah bahayanya lahan gambut kalau terbakar”, jelas Widya

“Kebijakan di Indonesia tentang lahan gambut adalah karena pemerintah lalai dalam pemberian izin lahan serta over eksploitasi yang menyebabkan bencana asap yang kita rasakan beberapa tahun belakangan”, tambah Rafles.

Siti hajarwan halimah selaku Sekretaris Kementerian Lingkungan Hidup BEM UR menuturkan bahwa tujuan untuk Kajian kali ini untuk membahas masalah perizinan hutan, penyebab kebakaran hutan dan lahan, serta membahas tentang tata ruang Riau.

“Dari kegiatan ini diharapkan agar adanya keterbukaan tentang proses perizinan lahan dan segala permaslahannya kemuadian membuat kajian lebih lanjut tentang politisi pembuatan hokum sehingga transparansi, akuntabel, danpartisipasi sangat diperlukan,” tegas Siti Hajarwan Haliamh,

Faizal Indra Rangkuti juga menambahkan bahwa dalam kasus ini sangat diharapakn ketegasan pemerintah dalam pembuatan rencana tata wilayah hutan dan aturan perundang-undangan mengenai hutan, karena ini kelalaian pemerintah di bidang hokum dan status hutan yang saat ini banyak dijadikan kesempatan bagi korporasi untuk menguasai hutan Riau dan banyak juga mereka yang terbukti bersalahpun dapat lepas dari jeratan hokum. (*Sri Wahyuningsih)

 

[KEMKOMINFO BEM UR]