Pemerintah Anti Kritik! Pukuli Mahasiswa Saat Sampaikan Aspirasi

Pekanbaru, (13/04) Tiga Mahasiswa Universitas Riau yang merupakan personil Badan eksekutif Mahasiswa Universitas Riau dan Badan Eksekutif Mahasiswa FKIP Universitas Riau hadiri acara “Rapat Koordinasi dan Supervisi Pencegahan Dan Penindakan Korupsi Terintegrasi Di Provinsi Riau” yang diadakan oleh KPK pada 09.00 WIB hingga 12.00 WIB di gedung serindit Provinsi Riau. Acara yang ditaja oleh komisi pemberantasan korupsi (KPK) ini bertujuan untuk melakukan pendampingan terhadap tata kelola pemerintahan daerah guna mencegah terjadinya tindak pindana di provinsi Riau.
Dalam agenda ini Menteri Sosial Politik, Faisal indra rangkuti dan Menteri Hukum dan advokasi Triandi Bimankalid serta Plt Gubernur Mahasiswa BEM FKIP UR Muhammad Fauzi berusaha menyampaikan aspirasi kepada KPK namun mendapatkan aksi kekerasan dari pihak keamanan yang bertugas.
“Hari ini Kami melakukan aksi atas nama BEM se-Universitas Riau, tidak ada kaitan sama sekali dengan demo. Tuntutan kami yaitu mengenai korupsi, asap, dan perusahaan asing yang menggerogoti migas di Riau. Acara ini kami nilai belum membahas secara keseluruhan permasalahan yang ada di Riau. Berikut tuntutan yang kami ajukan,
1. Kasus korupsi yang menimpa banyak pejabat di Riau agar agar segera diselesaikan
2. Kasus kebakaran hutan dan lahan yang tidak kunjung selesai hingga tahun 2016
3. Penyudahan kontrak kerjasama hulu migas bersama perusahaan asing yang ada Riau yang akan berakhir tahun 2021, ” jelas Indra
Indra juga menjelaskan bahwa tuntutannya mereka buat dispanduk dan setelah sesi pertanyaan, Indra dan perwakilan universitas Riau lainnya maju ke depan untuk menyampaikan keresahan masyarakat Riau.
“Selanjutnya kami ditangkap, namun kami tidak melakukan perlawanan tetapi itikad baik kami dibalas dengan arogansi dari pihak keamanan yang bertugas. Dalam kasus ini dua orang rekan kami dipukuli yaitu Triandi dan Fauzi, namun tanggapan dari pihak keamanan baik kepolisian, satpol PP, dll itu hal yang biasa dan tidak perlu diperpanjang” tutur Indra
Indra juga menambahkan bahwa mereka akan membuat laporan terkait kejadian hari ini.
“Kita akan buat laporan, dalam kasus ini kami melaporkan Staff Protokoler Pemprov Riau dan Satpol PP”, tutup Indra (*Monica Eka Yulianda)

 

KEMKOMINFO BEM UR